MENGENAL SURGA ALAM JAWA BARAT

Menikmati keindahan gunung memang kini sedang naik daun. Tidak heran banyak anak muda ketika datang akhir pekan lebih memilih berlibur di alam liar ketimbang di mal. Tapi mendaki gunung bukan perkara mudah. Tentunya perlu persiapan yang maksimal, baik fisik, logistik dan peralatan serta wawasan terkait gunung tujuan. Hal itu agar terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan.

Bagi kalian para pemula sangat direkomendasikan memilih gunung Papandayan sebagai lokasi tujuan perdana. Sebab, track tidak begitu berat, tapi keindahan alamnya yang diberikan sangat luar biasa.

Menuju gunung Papandayan dari Jakarta cukup mudah, cukup menaiki bus umum jurusan terminal Garut. Sesampainya di terminal Guntur kalian bisa melanjutkan dengan naik angkot menuju lokasi transit selanjutnya, biasanya dibanderol Rp 20 ribu per orang. Setibanya di lokasi transit atau di depan gang menuju pos pendakian Gunung dengan ketinggian 2.655 mpdl itu, kalian melajutkan dengan menggunakan mobil bak terbuka.

GUNUNG PAPANDAYANTarif satu orangnya dibanderol Rp 20 ribu. Jadi total Rp 40 ribu diperlukan transportasi dari terminal Guntur ke Papandayan. Di atas mobil bak terbuka kalian dapat dengan santai menikmati udara khas pegunungan yang sejuk dan melihat kegagahan gunung Cikuray di seberang gunung Papandayan.

Sesampainya diloket pendakian harus membayar retribusi sebesar Rp 20 ribu pada hari biasa dan Rp 30 ribu untuk akhir pekan. Tapi jika kalian ingin camping harus menambah Rp 35 ribu, cukup lumayan memang.

Saat memulai pendakian kalian akan dihadapi dengan track batuan kapur yang sedikit curam. Pastinya perjalanan akan terasa nikmat didampingi keindahan alam yang ada, bisa melihat asap kawah gunung Papandayan, aliran sungai, dan membelah hutan.

Normalnya perjalan hanya sekitar dua sampai tiga jam saja untuk sampai di lokasi camping yang bernama Pondok Salada. Sementara di tempat ini, kalian akan camping berdampingan bersama bunga keabadian atau biasa disebut edelweiss.

Di lokasi itu fasilitasnya juga sudah cukup lengkap ada mushola dan toilet. Tapi ingat jangan menggunakan sabun dan sejenisnya karena bisa merusak alam sekitar. Tidak jauh dari lokasi camping kalian bisa menikmati hutan mati. Yakni pohon yang tersisa batang dan rantingnya saja karena fenomena alam. Gunung Papandayan memang memanjakan pendaki. Jika kehabisan logistik pun tidak perlu risau, karena banyak warung-warung yang berjualan menjajakan makanan. Tapi memang namanya mendaki paling nikmat masak sendiri.

Menjelang malam, ketika cuaca cerah mata para pendaki akan dimanjakan dengan gemerlapnya bintang-bintang di langit malam.
Pastinya memberikan kesan membekas yang membuat ingin kembali mendaki, apalagi dapat mengajak sang pujaan hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.