BALI PASTIKAN MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN DI DESTINSI PERIWISATA

Bali secara Resmi membuka pintu untuk wisatawan dosmetik, Protokol Cleanliness, Health, safety, Environment (CHSE)

kendati sudah tahap pra-kondisi edukasi, sosialisasi dan simulasi, penerapan protokol kesehatan demi mencegah transmisi COVID-19 tak dilepas begitu saja. Dimas Pariwisata Bali punya siasat untuk mengembalikan pariwisata Bali.

Kadinpar Provinsi Bali I Putu Astawa menjelaskan, pihaknya melakukan sertifikasi sebagai bukti penerapan prosedur kesehatan. “Juga, sudah ada ratusan desa adat yang mengawal dan berkomitmen menjaga protokol kesehatan”.

BALI

Pelangaran protokol kesehatan, akan di denda sesuai ketentuan masyarakat Adat”. “Di bali hukum Adat masih sangat dijaga dan melekat. Penerapannya merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pariwisata. Langkah lain yang di lakukan adalah dengan mengundang BUMN, BUMD dan sederet komunitas untuk tur ke Bali. “kami mendorong untuk tetap meningkatkan imunitas dengan traveling santai” ujar Astawa.

Destinasi Favorit

Astawa mengatakan, sejak dibuka u untuk wisatawan dosmetik pada 31 Juli 2020, rata-rata mendapatkan 2500 kunjungan perhari.
Bali sendiri meemiliki wilayah idak terlalu besar, hanya membutuhkan 1 jam sudah bisa berganti suasana.

Astawa pun menjelaskan Daerah Nusa Dua denagn Resort dan kelengkapan fasilitas sangat cocok jadi tempat turis yang ingin mengisolasi diri, kendati kapasitas di semua destinasi wisata sudah di kurangi 50persen. Bali pun ingin membuka gerbang untuk wisatawan mancanegara pada september mendatang namun masih bersifat tentatif karena masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.