CEMILAN KHAS THAILAND YANG MIRIP DENGAN KUDAPAN NUSANTARA

CEMILAN KHAS THAILAND YANG MIRIP DENGAN KUDAPAN NUSANTARA

Siapa yang sedang bingung menentukan menu berbuka puasa nanti? Bila butuh alternatif, bagaimana kalau menjajal Cemilan khas Thailand yang ternyata wujudnya mirip sederet kudapan Nusantara?

Thai Alley baru saja memperkenalkan menu baru GorThai dan JaPaThai yang terinspirasi dari jajanan pasar di Thailand. GorThai mewakili tim gurih dengan beragam varian gorengan bercita rasa asam, manis, dan sedikit pedas. Sementara, JaPaThai bisa dibilang meliputi kue-kue tradisional yang dominan gurih dan manis.

Apa saja yang ditawarkan? Simak enam cemilan Khas Thailand di antaranya berikut ini.

1. Nang Krob Pad Heng

Dari tim gurih, camilan yang satu ini adalah rambak alias kerupuk kulit sapi. Jika biasanya di sini disantap langsung atau dijadikan isian sayur krecek, kerupuk kulit diolah dengan ditumis bersama saus tom yam.

Rasanya asam manis dengan sedikit rasa pedas. Karena diberi saus, teksturnya menjadi lebih liat dibandingkan rambak biasa. Irisan bawang daun membuatnya jadi lebih nikmat hingga tak sadar menghabiskan seporsi menu ini sendirian. Camilan ini disebut salah satu menu favorit di Thai Alley.

2. Poh Pia Tod

Masih mewakili tim gurih, ada lagi poh pia tod. Camilan ini adalah lumpia goreng versi Thailand. Isiannya juga mirip, ada daging ayam cincang, soun, dan sayuran.

Bedanya dengan lumpia goreng di Indonesia adalah cocolannya. Bila di Indonesia dimakan bersama cabai rawit, warga Thailand biasa menyantapnya bersama saus asam manis. Tambahan saus ini membuat poh pia tod terasa segar dan membangkitkan nafsu makan, terlebih bila disantap saat masih panas, garingnya bikin ketagihan.

3. Yam Hem Kem Thong Tod

Beberapa waktu lalu, kudapan satu ini didefinisikan sebagai salad jamur enoki goreng tepung. Berbeda dengan jamur tepung di Indonesia yang didominasi berbahan jamur tiram.

Jamur enoki goreng ini disajikan dengan salad sayuran yang terdiri dari irisan wortel dan timun segar. Penyempurnanya adalah saus asam manis khas Thailand yang ketika disantap bersamaan, memberi rasa segar, tekstur renyah, sekaligus ada kenyal dari jamur. Setidaknya, rasa bersalah setelah makan gorengan agak sedikit terobati dengan tambahan salad sayuran tersebut.

CEMILAN KHAS THAILAND YANG SAMA ENAKNYA

4. Yok Manee

Kini giliran tim manis yang saya cicipi. Kudapan yang satu ini mirip klepon secara tampilan, tetapi rasanya mengingatkan saya pada kue cenil yang kenyal.

Yok Manee terbuat dari sagu mutiara berwarna hijau dengan isian kacang mede. Luarnya dibaluri parutan kelapa. Teksturnya kenyal dan agak lengket. Tak perlu khawatir isiannya akan ‘meletus’, karena kacang mede yang dijadikan isian hanya dipanggang kering.

Soal rasa, yok manee adalah perpaduan manis dan gurih. Penambahan kacang memberi efek tekstur berlapis pada kue.

5. Pra Pies Kathi

Camilan dari tim manis yang satu ini juga bertekstur lengket. Didefinisikan sebagai bola ketan kacang hijau dengan fla santan. Thai Alley menyebutnya mirip onde-onde, tetapi saya cenderung mengasosiasikannya dengan kue moci Sukabumi. Kenyal dan ada isiannya.

Jajanan pasar khas Thailand itu diolah dengan dikukus. Kue bola berwarna-warni itu berisi pasta kacang hijau. Penyajiannya ditambahkan fla santan yang gurih. Tapi, saya memilih menyantapnya tanpa fla. Rasanya agak tawar di permukaan, tetapi manis begitu menggigit bagian pasta kacang hijau yang lembut.

6. Khek Manfrang

Camilan manis ini simpelnya adalah kue ubi ungu dengan fla vanila. Dicetak dalam cetakan bunga mawar, tampilannya menjadi tak biasa.

Bahan utamanya adalah ubi ungu dan beras ketan. Terdapat tambahan santan dan fla vanila yang memperkaya cita rasa. Sekilas cita rasanya mirip dengan kue talam manis di lidah saya.

Khusus selama Ramadan, Thai Alley meluncurkan program berbuka sambil sedekah (berkah). Lewat program ini, setiap pembelian satu menu di Thai Alley, akan disumbangkan Rp1.000 kepada anak yatim piatu.

“Program Berkah merupakan bagian dari kegiatan sosial Thai Alley yang dilakukan secara berkala dengan tujuan berbagi manfaat dan membantu sesama,” kata Mutia, marketing executive Thai Alley.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *