DKI JAKARTA DISARANKAN LAKUKAN LOCKDOWN

DKI JAKARTA DISARANKAN LAKUKAN LOCKDOWN

Kasus COVID-19 di DKI Jakarta kian memprihatinkan. Selain menutup tempat wisata, Jakarta pun disarankan lockdown. DKI Jakarta mencatat rekor kasus positif harian pada Minggu (20/6) sebanyak 5.582 kasus. Dengan demikian, DKI telah mencatat rekor kasus baru selama empat hari beruntun.

Berdasarkan data harian Satgas COVID-19 pada Kamis (17/6) tercatat penambahan sebanyak 4.144 kasus, lalu Jumat (18/6) sebanyak 4.737, sehari kemudian pada Sabtu (20/6) sebanyak 4.895 kasus.

Akumulasi kasus COVID-19 di Jakarta menjadi 474.029 kasus. Sebanyak 435.904 di antaranya sembuh, dan 7.768 orang meninggal dunia.

RS COVID-19 Nyaris Penuh

Keterisian RS COVID-19 di sejumlah wilayah nyaris penuh. Berdasarkan data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) RS di Jakarta dan Jabar berada dalam kategori zona merah.

BOR di sejumlah provinsi Pulau Jawa berada di atas ambang batas WHO sebesar 60 persen. Seperti Jakarta telah mencapai 84 persen, Jawa Barat 81 persen, Banten 79 persen, Jawa Tengah 79 persen, dan Yogyakarta 74 persen.

Sementara di Wisma Atlet, sisa tempat tidur untuk pasien COVID-19 sebanyak 1.352 unit dari total 7.394.

Tes Antigen Acak di KRL
PT KAI Commuter akan menggelar tes antigen acak kepada penumpang KRL dalam sepekan ke depan.

Langkah ini diambil menyusul tren lonjakan kasus COVID-19 di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Tes acak ini akan dimulai pada Senin (21/6) besok di enam stasiun dengan volume pengguna KRL yang tinggi. Di antaranya Stasiun Bogor, Bekasi, Cikarang, Tangerang, Manggarai, dan Tanah Abang.

Vaksinasi Dikebut
Sebanyak 10 juta dosis vaksin COVID-19 asal Sinovac kembali tiba di Indonesia. Kedatangan 10 juta dosis vaksin Sinovac ini merupakan tahap ke-17 pengadaan vaksin di Indonesia.

Total vaksin yang sudah tiba di Indonesia mencapai 91 juta dosis. Indonesia juga akan kedatangan setidaknya 3-7 juta dosis vaksin COVID-19 asal Pfizer atau AstraZeneca pada Juli 2021.

Jakarta Disarankan Lockdown
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) kembali menyerukan opsi lockdown regional di tengah situasi pandemi COVID-19 yang mengalami lonjakan.

Dewan Pakar IAKMI Hermawan Saputra mengatakan, lockdown regional per pulau merupakan opsi paling riil yang bisa memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Opsi paling radikal tentunya lockdown regional, tapi paling logis. Cara itu yang paling riil. Kalau tidak ya ekonomi terus terpuruk,” kata Hermawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *